3 Penyimpangan Terbesar Manchester United Telah Dibuat Sejak Keberangkatan Sir Alex Ferguson


Tak seseorang pun akan memantulkan bahwa Manchester United akan musnah begitu jauh dari penghabisan kala Sir Alex Ferguson pensiun, bahkan pecinta fanatik dari klub saingan.

Setan Merah belum pro gelar Persatuan Premier – dan bahkan belum menyobati – sejak keberangkatan manajer legendaris Skotlandia.

Tiga manajer telah datang dan pergi, dan sekarang giliran mantan pemain dan legenda club Ole Gunnar Solskjaer untuk membalikkan kesempatan di Klub sedangkan sejauh ini belum berangkat dengan baik.

Manchester United jauh, jauh dari para Petunjuk jalan mahdi dan boleh pailit ke bawah 10 besar atau bahkan lebih jauh.

3 Penyimpangan Paling besar Manchester United Telah Dibuat Sejak Keberangkatan Sir Alex Ferguson

Tapi, di mana semua itu salah? Mari kita lihat 3 kesesatan terbesar yang telah dibuat Manchester United sejak keberangkatan Sir Alex

# 1 Tidak ada laki laki sepakbola di ruang rapat

Menyusul awal yang buram pada masa 2019-20, kritik buat Manchester United tidak hanya berkesan pada manajer dan para pemain, sekalipun juga orang-orang yang bekerja di ruang dewan, terpenting duta presiden eksekutif Ed Woodward.

Sementara Manchester United telah membuat rekor pendapatan dan menyambung banyak pemberi baru, mereka telah mubazir di durasi lapangan dan lagi.

Pecinta United tidak sudah senang dengan pemilik Club keluarga Glazer, karena mereka merasa bahwa pemilik Amerika tidak berkepribadian tentang Club padahal lebih melihatnya ibarat penghasil pendapatan bagi mereka.

Woodward mematuk alih dari David Gill sudah ia mengacuhkan periode yang serupa dengan Sir Alex Ferguson, melainkan ia tidak membuat dirinya disukai penggemar karena ia telah membuat sejumlah kesesatan dalam perannya di klub.

Yang paling penting, pecinta percaya bahwa Woodward lain “pemain sepak bola” karena ia tidak memiliki pengalaman pada awal mulanya dalam mencampuri Club Para pecandu dan ahli menuntut United tanda tangan direktur sepakbola, yang dapat bertingkah asalkan penghubung rekahan manajer dan dewan dan membuat keputusan sepakbola.

# 2 Manajer yang secara kiat berbeda

United memiliki empat manajer permanen sejak kepergian Alex Ferguson. David Moyes, yang disebut-sebut andaikata “Terpilih” bahkan tidak bertahan satu musim di Old Trafford karena tanggung jawab itu terlalu besar baginya.

Pengalih Moyes, Louis van Gaal, datang dengan CV yang mengesankan, tamat ikutikutan sekian banyak club besar di Eropa, terkandung Barcelona, Sebaliknya ia juga dipecat, walaupun membela Piala FA.

Setelah itu datang Jose Mourinho, yang memenangkan tiga gelar Uni Premier dengan Chelsea dalam dua periode tugas, tetapi ia dipecat pada masa 2018-19, yang mengatur Solskjaer diangkat selaku sementara.

Jalan berlawanan manajer yang disewa club berbeda selaku strategi dan dalam gaya permainan yang mereka sukai. Moyes memverifikasi melanjutkan apa yang dilakukan Ferguson di Club malahan tidak bisa meneladan sihir sesama pemain Skotlandia itu.

Van Gaal membawa sepak bola yang lebih berbasis kepemilikan ke Old Trafford, yang balasannya membuat para penggemar bosan, sementara Mourinho memiliki pendekatan yang lebih pragmatis dengan para pemain yang tahan secara fisik untuk mendominasi permainan.

Dewan belum merekrut manajer yang memiliki gaya permainan tertentu – atau muslihat Manchester United – lebih mencari manajer Mulia Perselisihan cara ini berarti bahwa pemain tertentu tidak akan pacak dengan gaya permainan manajer tertentu, yang pada gilirannya berarti bahwa pemain baru harus anjlok dan yang lain akan ditunjukkan gerbang keluar.

Jika United memiliki rencana pada jenis sepak bola yang ingin mereka mainkan, mereka bisa carter manajer yang tusukan dengan gaya permainan mereka, yang telah hilang.

# 3 Tidak mempersiapkan pembelian atau penjualan yang tepat

Cukup memukau bahwa para pemain seperti Chris Smalling dan Phil Jones, yang telah beruang di club sejak waktu pemerintahan Sir Alex Ferguson, tinggal mengesahkan akad dengan club (Smalling telah pergi ke Roma dengan status tunggakan dan bersisa memiliki traktat dengan United) . Ke-2 pemain telah diberikan banyak peluang dan semua tahun untuk menyampaikan potensi mereka, dan belum Dipasarkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *